Home / LAMPUNG / Bandar Lampung / Yusuf Kohar di Dampingi Istri Salurkan Hak Pilihnya di TPS 11

Yusuf Kohar di Dampingi Istri Salurkan Hak Pilihnya di TPS 11

Bandar Lampung (hspmedia.tv) – Calon Walikota Bandar Lampung nomor urut 2(dua), M Yusuf Kohar di dampingi Istri, menyalurkan hak pilihnya (mencoblos) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 11, Kelurahan Sepangjaya, Kecamatan Labuhanratu, dengan berjalan kaki, Rabu pagi (9/12/2020).

Para KPPS di TPS setempat menyambut kedatangan Yusuf bersama sang istri, Min Yuanah dengan senyuman. Beberapa warga di TPS pun mendoakan, agar Yusuf menjadi walikota setempat, periode lima tahun mendatang.

“Semoga terpilih pak ya, jadi walikota,” ucap salah satu wanita berhijab di TPS setempat seraya berharap perubahan di kota setempat.

Yusuf Kohar mengaku optimistis, bisa meraih kemenangan di pesat rakyat 2020. 

“Tujuan kita yang penting menang, optimis menang,” kata Yusuf usai mencoblos.

Yusuf menjelaskan, perjuangan selama ini cukup berat. Semua kelurahan di kota setempat telah didatanginya, untuk menyerap aspirasi dan meminta dukungan masyarakat.

“Saya dan pak Tulus sudah berjuang. Kami berjuang bersama rakyat. Untuk mewujudkan aspirasi mereka,” terangnya.

Kepada awak media dia mengatakan yakin memenangkan kontestasi kontestasi pilwakot. Namun, final keputusan, katabdia ada di Allah SWT. Di mana, Wakil Wali Kota Bandarlampung itu mengaku hanya nasib yang bisa menentukan apakah dia bisa menang atau tidak.

“Alhamdulillah kita sudah menyalurkan hak suara. Dengan penerapan protokol kesehatan. Yang jelas, upaya sudah kita lakukan. Tinggal menunggu nasib saja. Insya Allah menang,” ucapnya

Pada kesempatan itu, Yusuf juga memprediksi hasil Pilwakot. Kata dia, sudah barang tentu di dalam kontestasi, ada yang menang ada yang kalah. Namun, prediksinya hanya sedikit saja hasil perolehan suara antara paslon 1, 2, dan 3.

“Saya prediksikan tipis saja hasilnya. Saya katakan tadi, tinggal menunggu nasib saja,” ucapnya.

Dia mengatakan, banyak black campaign yang terjadi selama kampanye. Mulai dari yang menyerang pribadi hingga secara tim. Beberapa waktu lalau kata dia ada oknum yang ingin mematahkan dengan membuat isu, jika wakilnya Tulus Purnomo Wibowo adalah Non Islam. Kemudian, belakangan juga terkait foto KTP disertai amplop. Dia menegaskan hal tersebut tidaklah benar.

“Tidak benar itu semua. Saya kira harus fair. Seperti juga dengan persoalan rapid test kepada saksi gratis. Harusnya diberitahukan ke semua calon lah. Jangan diam-diam,” ungkapnya. (os)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *